Para Syaikh Kabilah-Kabilah Bersama Mujahidin akan Umumkan Perang

06 Jun 2012

fat-hul hidayah




AL-BAIDA’.YAMAN. – Madad News Agency beberapa tokoh, Syaikh dan pemuka kabilah Qaifah, Al-Hada dan ‘Anas dari tujuh daerah Rada’, propinsi Al-Baida’, berkumpul untuk menyatakan sikap bahwa mereka akan mengumumkan perang kalau Amerika terus membombardir dengan pesawatnya dan pasukan rezim San’a melakukan penyerangan terhadap warga dan Anshar Al-Syari’ah.

Perkumpulan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 10 Rajab 1433 H atau 31 Mei 2012 di propinsi Al-Baida’ sebagai bentuk kecaman dan pengutukan atas serangan pesawat tanpa awak milik AS, dimana Syaikh Ahmad Nashir Al-Dzahab selamat , yang dituakan dari para Syaikh kabilah Qaifah, minggu lalu yang membuat tiga rekannya gugur sebagai syuhada. Partisipan yang ikut dalam rapat itu mengatakan bahwa serangan AS tersebut merupakan aib besar dan pelecehan yang mencolok terhadap ikon kabilah mereka.

Berikut isi dari pernyataan kabilah-kabilah tersebut:

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah, Yang telah berfirman dalam kitab-Nya “Yahudi dan Nashrani tidak akan ridho hingga kalian mengikuti millah mereka”. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Rasul-Nya yang mulia yang telah bersabda “barangsiapa yang membantu orang kafir memerangi kaum muslimin walau dengan sepotong kalimat, dia akan datang pada hari kiamat sedangkan diantara keningnya tertulis “putus asa dari rahmat allah” amma ba’du:

Pada hari kamis tanggal 10 Rajab 1433 H telah dilaksanakan pertemua besar yang menggandeng pasa Syaikh, tokoh, pemuka dan putra Qaifah 7 daerah, sebagaimana menggandeng kelompok kabilah-kabilah Al-Hada’ dan ‘Anas. Pertemuan ini diadakan untuk mengecam serangan AS yang menargetkan Syaikh Ahmad Nashir Al-Dzahab dan rekannya di kota Qaifah.

Dalam pertemuan tersebut, beberapa Syaikh, tokoh dan pemuka memberikan kata sambutan kabilah Qaifah yang mengecam serangan pesawat AS ke kota mereka dan mereka menganggap itu sebagai aib dan sebagai pelecehan terhadap ikon mereka.

Setelah berunding dan bermusyawarah, maka para partisipan mengeluarkan poin-poin berikut:

Mengecam dan mengutuk peristiwa keji dan serangan pesawat AS yang menargetkan Syaikh komandan Al-Dzahab dan rekan-rekannya di kota Qaifah. Dan juga mengecam Uni Anti Terorisme yang menghancurkan rumah saudara Nashar Al-Huthami.
Para partisipan telah sepakat untuk solidaritas dab bahu-membahu jikalau kota mereka, syaikh mereka, atau salah satu putra mereka atau Anshar Al-Syari’ah diserang, maka mereka akan memindahkan perang ke jantung kota Rada’ dan menargetkan siapa saja yang membantu negara ini yang telah menjual negrinya kepada Amerika.
Para partisipan berlepas diri darah siapa saja yang membantu negara ini atau membantu intel baik itu dari kabilah qaifah sendiri atau diluar mereka.
Tidak dipungkiri bahwa masuknya Anshar Al-Syri’ah bersama putra Qaifah ke kota Rada’ , dibawah pimpinan Syaikh Thariq Al-Dzahab -rahimahullah- dan keluarnya mereka dengan syarat , diantaranya membentuk majlis ahlul halli wal ‘aqdi dan membebaskan tawanan dari penjara tahanan politik, yang mana persyaratan tersebut tidak dipenuhi. Mereka keluar dari kota Rada’ untuk menjaga darah kaum musl;imin, tapi negara tetap berada dalam kebejatannya hingga menargetkan orang-orang dirumah mereka tanpa memperdulikan tanah, kehormatan dan agama.

Di akhir kata:

Kami tidak berkesempatan kecuali mengirimkan pesan kepada pemerintah yang berjudul “wa in ‘udtum udna” (jika kalian siap kami juga siap) jika serangan kalian terus berlanjut. Pesan itu kalian akan lihat bukan kalian dengar (bukan sekedar isapan jempol.red).

Wallahu Ghalibun ‘ala amrihi walakinna aktsarannasi la ya’lamun

Itu berarti para kabilah membunyikan “sirine” jikalau pemerintah Yaman masih mengagresi daera-daerah Rada dan Al-Baida’, maka genderang perang akan ditabuh sebagaimana kode yang diberikan oleh mereka dalam pertempuran “wa in ‘udtum ‘udna”.

sumber:
.(voa islam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar