| fat-hul hidayah |
- Maurice Eisenstein, seorang profesor di Universitas Purdue mengajukan gugatan atas kebebasan berbicara terhadap pihak universitas bersama lima rekan kerjanya setelah mendapatkan diri mereka dilaporkan karena melakukan tindak inflamasi (penghinaan) tentang Muslim di halaman Facebook.
Profesor dalam bidang ilmu politik itu diinvestigasi oleh pihak universitas pada comment Facebooknya yang berisi kata-kata "the idiot Mohammad [sic], may his name be cursed" (terjemah:Muhammad yang idiot, semoga ia dilaknat -red).
Juga ditemuakan sekitar akhir tahun lalu ketika Eisenstein memposting foto setelah terjadinya pembantaian orang Kristen Nigeria, konon dilakukan oleh Muslim Afrika, di halaman Facebook-nya.
"Where are the 'moderate' Muslims' reaction to this? Oh, I forgot they are still looking at the earth as flat ...,”. "Mana reaksi Muslim moderat untuk ini? Oh, aku lupa mereka masih melihat bumi sebagai datar ...," tulis Eisenstein di atas posting.
Anggota Asosiasi Mahasiswa Muslim beserta member fakultas lainnya setelah melihat comment facebook tersebut segera melaporkan kepada official universitas.
Seorang Profesor dalam bidang sejarah, Miriam Joyce menilai bahwa comments tersebut dapat menyakiti mahasiswa.
"Kami memiliki mahasiswa Saudi," kata Joyce "Kami memiliki mahasiswa Muslim lainnya.. Ini salah. Ini menciptakan suasana tidak menyenangkan dan penolakan". "Saya prihatin bahwa mahasiswa Muslim dan orang tua mereka akan berpendapat yang salah tentang universitas saya."
Akan tetapi, Eisenstein menganggap dengan investigasi tersebut, telah menciderai kebebasan berpendapatnya. Selain itu, ia juga merasa reputasinya direndahkan.
"Ketika Anda menyelidiki kebebasan berbicara, Anda menghalangi kebebasan berbicara," kata Eisenstein. "Bagaimana aku bisa melakukan pekerjaan saya tanpa kebebasan berbicara. Aku sudah berubah. Setiap kali saya masuk ke ruang kelas, saya melihat-lihat dan bertanya-tanya siapa yang merasa mengeluh tentang apa yang saya katakan. "
Einsenstein meminta Foundation for Individual Rights in Education (FIRE), sebuah yayasan yang menaungi hak individu dalam mengajar untuk membawa gugatannya kepada pihak universitas.
Joyce mengatakan kebebasan berbicara tidak mengizinkan seorang profesor di sebuah sekolah publik untuk dengan mudah merendahkan keyakinan orang lain, termasuk mahasiswa di universitas.
"Saya tidak mempermasalahkan kebebasan berbicara. Untuk saya dan untuk orang lain, tapi harus ada batasan penilaian yang digunakan." kata Joyce.
sumber:
(ayyas/foxnews/shoutussalam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar